KAJIAN EKOLOGIS DAN BIOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Tanggal: 20 Feb 2008
Laporan: YUSUF KAMLASI
 
Penelitian ini dilakukan di kecamatan Kupang Barat, kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur bertujuan untuk (1) Menganalisis kesesuaian ekologis wilayah perairan untuk pengembangan budidaya rumput laut secara berkelanjutan di kecamatan Kupang Barat (2) Menganalisis daya dukung lahan untuk pengembangan budidaya rumput laut dalam suatu kawasan dan (3) Menyusun strategi pengembangan budidaya rumput laut. Penelitian ini menggunakan metode survey untuk melihat kondisi ekologis perairan dan percobaan untuk melihat pertumbuhan rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisika, kimia dan biologi perairan layak untuk pertumbuhan rumput laut. Wilayah perairan yang tidak sesuai adalah 14.720,97 ha, sesuai bersyarat 3.940,35 ha dan sangat sesuai 1.840,80 ha dengan jumlah rakit yang ditampung pada kawasan sangat sesuai adalah 552.224 unit dengan produksi 265.075 ton/tahun. Strategi pengembangan budidaya rumput laut antara lain 1) Pengelolaan lingkungan perairan berbasis ekologis, 2) Aspek teknologi dalam budidaya rumput laut dan 3) Penataan kawasan sesuai daya dukung lingkungan.

Oleh:
YUSUF KAMLASI
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2008

COVER
KATA PENGANTAR

RIWAYAT

ABSTRAK
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang
Kabupaten Kupang adalah salah satu kabupaten dengan ekosistem kepulauan. Wilayah ini terdiri dari 27 pulau dimana diantaranya masih terdapat 8 pulau yang belum memiliki nama. Secara geografis Kabupaten Kupang terletak antara 09 19'-10 57' LS dan 121 31'-124 ll' BT. Kawasan pesisir dan laut Kabupaten Kupang mempunyai potensi sumberdaya alam yang sangat kaya seperti hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, berbagai jenis terumbu karang, perikanan dan biota laut lainnya (Temu et al, 1999).
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Kerangka Pemikiran

II.TINJAUAN PUSTAKA

Budidaya Rumput Laut
Dalam pembangunan diwilayah pesisir, salah satu pengembangan kegiatan ekonomi yang sedang digalakkan pemerintah adalah pengembangan budidaya rumput laut. Melalui program ini diharapkan dapat merangsang terjadinya pertumbuhan ekonomi wilayah akibat meningkatnya pendapatan masyarakat setempat.
Pertumbuhan dan Karaginan Rumput Laut
Model-model Kajian Dalam Pengembangan Budidaya Rumput Laut
Sistem Informasi Geografis
Daya Dukung Lingkungan
Pengembangan Wilayah Pesisir Berkelanjutan

III.METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2006 di perairan Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Peta lokasi penelitian dapat dilihat di bawah ini:
BahandanAlat
Metode Penelitian
Pengumpulan Data
Analisis Data

IV.KEADAAN UMUM

4.1 Keadaan Umum Daerah
Geografis dan Oseanografi
Secara administraif Kecamatan Kupang Barat memiliki batas-batas sebagai berikut (Anonim, 2003) :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Alak dan Selat Semau
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Nekamese, Selat Pukuafu dan
Laut Timor
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kupang Tengah, Amarasi dan
Kota Kupang Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Pukuafu dan Laut Timor.
Kawasan pesisir Kecamatan Kupang Barat terdiri dari enam desa yaitu desa Bolok, Kuanheum, Nitneo, Tesabela, Tablolong dan Lifuleo dengan luas keseluruhan wilayah adalah 91,69 ha. Kawasan di sekitar perairan Kecamatan Kupang Barat yaitu mempunyai pantai yang pada umumnya datar dan berpasir, substrat yang berpasair, berlumpur, berpasir-berlumpur, karang dan berkarang-berpasir. (Anonim, 2003).
Penduduk
Pendidikan
Sosial Budaya Masyarakat
Sarana dan Prasarana Umum
Keadaan Umum Cuaca
Keadaan Umum Perikanan
Budidaya Rumput Laut di Kecamatan Kupang Barat
Perikanan Tangkap

V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Lingkungan Perairan
Karakteristik fisik perairan berperan penting dalam menentukan kesesuaian wilayah untuk budidaya rumput laut dan saling berkaitan, dimana penelitian ini dilakukan melalui pendekatan ekologi untuk melaksanakan budidaya rumput laut di wilayah perairan Kecamatan Kupang Barat.
Organisme laut memiliki syarat-syarat lingkungan agar dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Semakin sesuai kondisi lingkungan perairan maka akan semakin baik pertumbuhan suatu organisme. Rumput laut merupakan salah satu organisme laut yang memerlukan habitat lingkungan untuk tumbuh dan berkembang biak. Pertumbuhan rumput laut sangat tergantung dari faktor-foktor oseanografi seperti parameter fisika, kimia dan biologi.
Suhu
Salinitas
Kecerahan dan Kedalaman Perairan
Oksigen Terlarut
Arus
Kandungan Nutrien
Biota Pengganggu
Pertumbuhan Rumput Laut: Berat Basah
Kandungan Karaginan
Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut
Daya Dukung Lingkungan
Strategi Pengembangan Budidaya Rumput Laut

VI KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Hasil evaluasi terhadap parameter fisika, kimia dan biologi di wilayah
perairan penelitian Kecamatan Kupang Barat dapat dikategorikan memenuhi
syarat untuk pengembangan budidaya rumput laut dengan metode rakit
apung.

Hasil evaluasi/analisis kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya
rumput laut di lokasi penelitian adala sangat sesuai adalah 1.840,8 ha, sesuai
bersyarat 3.940,3 ha dan tidak sesuai 14.720,9 ha.

Luas lahan yang efektif untuk pengembangan budidaya rumput laut adalah
1.104,4 ha (60% dari luas sangat sesuai) dengan jumlah rakit yang boleh
dioperasikan adalah 552.224 unit.

Strategi pengembangan budidaya rumput laut di kecamatan Kupang Barat
yang perlu diterapkan adalah mengacu pada pengelolaan lingkungan
perairan berbasis ekologis, aspek teknologi dalam budidaya rumput laut dan
penataan kawasan sesuai daya dukung lingkungan.

6.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA


LAMPIRAN
 
 
   
 
>> KAJIAN KETERKAITAN ANTARA KEMANTAPAN CADANGAN OKSIGEN DENGAN BEBAN MASUKAN BAHAN ORGANIK DI WADUK IR. H. JUANDA PURWAKARTA, JAWA BARAT
>> ANTIGEN EKSKRETORI/SEKRETORI STADIUM L3 Ascaridia galli SEBAGAI PEMICU PEMBENTUKAN IMUNOGLOBOLIN YOLK (IgY) PADA AYAM PETELUR
>> PEMANFAATAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DENGAN BUBU DI PERAIRAN MEMPAWAH HILIR, KABUPATEN PONTIANAK
>> PURIFIKASI DAN KARAKTERISASI PROTEASE DARI EKSKRETORI/SEKRETORI STADIUM L3 Ascaridia galli DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTAHANAN DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI USUS HALUS AYAM PETELUR
>> PENGARUH KEMAMPUAN PEMBELAJARAN ORGANISASI TERHADAP KOMPETENSI, TINGKAT DIVERSIFIKASI DAN KINERJA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI SUMATERA UTARA
>> PERBAIKAN KAMPUNG KOMPREHENSIF DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL SERTA KEMANDIRIAN MASYARAKAT MISKIN KAMPUNG KUMUH DI KOTA SURABAYA
>> PERBEDAAN BUDAYA DAN ADAPTASI ANTAR BUDAYA DALAM RELASI KEMITRAAN INTI-PLASMA (Studi tentang Komunikasi Antar Budaya: Kasus Kemitraan antara Perusahaan Inti dan Petani Plasma di Perusahaan Teh PT Pagilaran)
>> CIRCULAR MIGRATION OF FEMALE WORKERS TO ABROAD: A STUDY ON MIGRATION DECISION MAKING PROCESSES BY FEMALE FROM EAST JAVA VILLAGES
>> PENGARUH ECONOMIC CONTENT, RESOURCE CONTENT DAN SOCIAL CONTENT TERHADAP KEPERCAYAAN, KEPUASAN, DAN KOMITMEN SERTA RELATIONSHIP INTENTION DEBITUR BANK SUMUT DI SUMATERA UTARA
>> DIMENSI TEGAKAN DAN PENGARUH PEUBAH TEMPAT TUMBUH TERHADAP PRODUKSI DAMAR MATA KUCING (Shorea javanica K. et. V.) DI KRUI LAMPUNG BARAT
>> EFEK PENCEMARAN PERAIRAN SUNGAI KAMPAR DI PROVINSI RIAU TERHADAP IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus)
>> PENAMPILAN REPRODUKSI INDUK IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus Blkr) DENGAN PEMBERIAN PAKAN BUATAN YANG DITAMBAHKAN ASAM LEMAK N-6 DAN N-3 DAN DENGAN IMPLANTASI ESTRADIOL-17B DAN TIROKSIN
>> PERBAIKAN TANAH MEDIA TANAMAN JERUK DENGAN BERBAGAI BAHAN ORGANIK DALAM BENTUK KOMPOS
>> DAMPAK KEBERADAAN IPB TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN BOGOR
>> IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA BERENCANA NASIONAL ERA DESENTRALISASI DI PROVINSI SUMATERA UTARA
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online