IMPLEMENTASI KEBIJAKAN NASIONAL DAN PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGHAPUSAN PERDAGANGAN ANAK (Studi Di Kabupaten Karawang)
Tanggal: 08 Oct 2007
Laporan: TB Rahmat Sentika
 
Disertasi dengan judul Implementasi Kebijakan Nasional dan Peran Pemerintah Daerah Dalam Penghapusan Perdagangan Anak (Studi Di Kabupaten Karawang), bertujuan untuk menelusuri masalah yang berkaitan dengan Implementasi Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak khususnya peran Pemerintah Daerah dalam mengimplementasikan kebijakan nasional Penghapusan Perdagangan Anak secara komprehensif dari para pelaksana ditingkat di Kabupaten.
Hal ini untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu : Implementasi Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak seperti apa yang dapat mendorong penghapusan perdagangan anak? Bagaimana agar implementasi Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak dapat berjalan dengan baik? Peran Pemerintah Daerah seperti apa yang dibutuhkan agar Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak dapat berjalan dengan baik dan mampu menghapus perdagangan anak? Ada tiga faktor yang mempengaruhi implementasi Kebijakan Penghapusan Perdagangan Anak yaitu: faktor lingkungan, faktor nilai dan faktor sumberdaya, yang ketiganya saling berinteraksi melalui peran pemerintah daerah yang kuat; Hasil analisis kondisi EVR digambarkan dalam penelitian dan berada dalam kuadran kiri seimbang diantara atas dan bawah, sehingga disimpulkan bahwa EVR rendah sehingga menjadi faktor kelemahan dan faktor ancaman bagi implementasi Kebijakan penghapusan Perdagangan Anak sehingga dibutuhkan pengikat berupa peran Pemerintah Daerah yang peduli anak.

Oleh :
TB Rahmat Sentika
Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran
Bandung 2007

COVER

PENGESAHAN
PERNYATAAN
ABSTRAK

ABSTRACT
KATA PENGANTAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN
Agenda strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang makmur dan sejahtera, dilakukan secara terencana melalui suatu tahapan pembangunan. Konsep pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang, pada hakikatnya merupakan suatu rekayasa atau perubahan yang disengaja agar mendapatkan kondisi dan hasil lebih baik. Sebagai suatu konsep, sungguh disadari bahwa pembangunan merupakan konsep yang sarat dengan nilai (value loaded), sehingga sejak perumusan kebijakan, implementasi kebijakan, hingga evaluasi kebijakan bukanlah merupakan persoalan sederhana. Konsekuensi atas konstruksi demikian adalah, sejak awal harus sudah disadari bahwa pembangunan merupakan pilihan yang selalu memiliki karakter multidimensional (Moeljarto T, 1985: 16). Sesuai dengan karakter manusia sebagai makhluk multidimensional (M. Sastrapratedja, 1992: 27), maka pertanyaan-pertanyaan dan solusi di seputar pembangunan juga bernuansa menuju pembaharuan, penyempurnaan menuju sesuatu yang lebih baik dan berkelanjutan (sustainable development).

1.1. Latar Belakang Penelitian
1.2. Identifikasi Masalah
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian
1.3.1. Maksud Penelitian
1.3.2. Tujuan Penelitian
1.4. Kegunaan Penelitian
1.5. Metode Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1. Kajian Pustaka
Kajian pustaka pada intinya mengandung makna aktivitas peneliti untuk berdialog secara kritis dengan pendapat pihak lain. Dengan kajian pustaka berarti kapasitas peneliti berhadapan dengan konsep-konsep yang terlebih dulu ada. Kajian pustaka dilakukan secara selektif terhadap tema yang secara substansial relevan dengan kajian yang sedang dilakukan (Irawati Singarimbun, 1989: 70-71). Peneliti dituntut untuk secara kreatif mengadakan inventarisasi atas konsep-konsep atau teori-teori yang ada dan yang sedang berkembang, yang diyakini memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan maksud dan tujuan penelitian. Minimal peneliti harus sanggup menemukan, menerangkan, dan meyakini rasionalitas konsep atau teori yang ada dalam kaitannya dengan variabel-variabel yang dipakai (Sofian Effendi, 1989: 32-33).

2.1.1. Review Terhadap Hasil Penelitian Terkait
2.1.1.1. H. Utang Suwaryo (2005) dengan judul Implementasi Kebijakan Otonomi Daerah (Studi Kasus Tentang Kewenangan Dalam Aplikasi Otonomi Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Di Kabupaten Bandung)

2.1.1.2. Sjaefuddin Ma’mun (2005) dengan judul Pengaruh Implementasi Kebijakan Pengelolaan Jalan Terhadap Pencapaian Efektivitas Pemeliharaan Jalan Propinsi Di Jawa Barat
2.1.1.3. Kantor Kementerian PP dan PPHG Universitas Brawijaya (2002) Dengan Judul Pengkajian Trafficking Terhadap Perempuan dan Anak Di Jawa Timur
2.1.2. Perdagangan anak
2.1.2.1. Fenomena Perdagangan anak
2.1.2.2. Prinsip-prinsip penghapusan Perdagangan Anak
2.1.2.3. Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak
2.1.3. Implementasi Kebijakan Publik
2.1.3.1. Model-model Implementasi Kebijakan Publik
2.1.3.2. Konsep E-V-R Congruence
2.1.4. Pemerintahan Daerah
2.1.4.1. Pengertian tentang Pemerintahan Daerah
2.1.4.2. Hubungan antara Pemerintah Pusat dan Daerah
2.1.4.3. Perangkat Pemerintah Daerah Sebagai Implementator Kebijakan Publik
2.1.4.4. Fungsi dan Peran Pemerintah Daerah
2.1.4.5. Peran Pemerintah Daerah Dalam Implementasi Kebijakan publik
2.1.4.6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Publik Oleh Pemerintah Daerah
2.1.5. Kepemimpinan Peduli anak
2.2. Kerangka Pemikiran
2.3. Hipotesis Kerja

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1. Objek Penelitian
Obyek utama penelitian implementasi kebijakan nasional dan peran pemerintah daerah dalam penghapusan perdagangan anak adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Sesuai dengan pemahaman perundang-undangan tentang makna pemerintah daerah, maka yang dimaksudkan dengan pemerintah daerah dalam kesempatan ini terdiri atas Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Walaupun obyek utama penelitian ini adalah peran pemerintah daerah, tidak berarti peneliti hanya terpaku pada data dari partisipan pemerintah daerah. Sesuai dengan hakikat penelitian yang hendak membuka tabir kebenaran atas obyek atau fenomena didalam masyarakat, pengumpulan data atau informasi juga telah dilakukan terhadap pihak-pihak yang diperkirakan urgen dengan tema penelitian. Oleh karena itu, data diperkaya berdasarkan wawancara dan diskusi mendalam antara lain dengan pihak kepolisian, masyarakat, orang tua, dan anak korban perdagangan anak di Kabupaten Karawang.

3.2. Metode Penelitian
3.2.1. Pendekatan Kualitatif
3.2.1.1. Wawancara Mendalam
3.2.1.2. Diskusi Kelompok Terfokus
3.2.2. Informan
3.2.3. Pertimbangan Etika
3.2.4. Analisis Data
3.2.5. Reliabilitas dan Validitas
3.3. Lokasi dan Jadwal Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Kabupaten Karawang
4.1.1. Kondisi Demografis
Jumlah penduduk Kabupaten Karawang mencapai 1.934.274 jiwa pada tahun 2004 yang terdiri dari 968.514 jiwa laki-laki dan 965.760 jiwa perempuan. Dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) dari tahun 2003 hingga tahun 2004 sebesar 0,91% dan rata-rata kepadatan penduduk 1.083 jiwa / km².
Diperlukan perhatian dari pemerintah daerah dalam hal pegendalian jumlah dan kepadatan penduduk termasuk persebarannya berkaitan dengan fertilitas penduduk baik menyangkut tingkat kelahiran dan kematian penduduk atau tingkat urbanisasi.

4.1.2. Kondisi Geografis
4.1.3. Visi, Misi dan Indikator Makro
4.1.4. Strategi Pembangunan
4.1.5. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat
4.1.6. Kondisi Tingkat Pendidikan
4.1.6.1. Angka Partisipasi Pendidikan (APK)
4.1.6.2. Angka Partisipasi Sekolah (APS)
4.1.6.3. Tingkat Drop Out (DO)
4.1.6.4. Fasilitas Pendidikan
4.1.7. Kondisi Tingkat Kemiskinan
4.1.8. Migrasi Penduduk
4.1.9. Transformasi Struktural
4.2. Dinamika Masyarakat Kabupaten Karawang
4.3. Kondisi Karawang dalam Perdagangan Anak
4.3.1. Akar Masalah
4.3.2. Karawang dalam Peta Perdagangan Anak
4.4. Implementasi Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak
4.4.1. Input
4.4.1.1. Kebijakan Penghapusan Perdagangan Anak
4.4.1.2. Isu Perdagangan Anak
4.4.1.3. Kepemimpinan, Organisasi dan Manajemen
4.4.1.4. Komunikasi, Informasi, Edukasi, dan Motivasi
4.4.2. Proses
4.4.2.1. Informasi
4.4.2.2. Komunikasi
4.4.2.3. Dampak Yang Terjadi
4.4.2.4. Harapan Pemerintah Daerah
4.4.3. Keluaran
4.5. Peran Pemerintah Daerah dalam Penghapusan Perdagangan Anak
4.5.1. Kegiatan Yang Dilakukan
4.5.2. Hambatan Yang Dihadapi Dalam Implementasi Penghapusan Perdagangan Anak
4.6. Kondisi E-V-R pada Implementasi Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak
4.6.1. Faktor Lingkungan (Environment)
4.6.1.1. Ideologi
4.6.1.2. Politik
4.6.1.3. Sosial Budaya
4.6.1.4. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
4.6.1.5. Ekonomi
4.6.2. Faktor Nilai (Value)
4.6.3. Faktor Sumberdaya (Resource)
4.6.3.1. Sumberdaya Manusia
4.6.3.2. Anggaran
4.6.3.3. Dukungan Masyarakat dan Sarana Penunjang
4.6.3.4. Piranti Pendukung
4.6.4. Keterkaitan antara Lingkungan, Nilai dan Sumberdaya
4.7. Pemahaman Pemerintah Daerah Terhadap Isu Perdagangan Anak

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari uraian hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
Implementasi Kebijakan Nasional Penghapusan Perdagangan Anak di Kabupaten Karawang belum berjalan sebagaimana mestinya seperti ditunjukkan oleh belum adanya Peraturan Daerah yang mengatur Rencana Aksi Daerah, Gugus Tugas, Anggaran, dan Kegiatan, sehingga dikhawatirkan kasus perdagangan anak akan terus meningkat.

5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA


LAMPIRAN


DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Implementasi Kebijakan
Tabel 3.1. Jadwal Penelitian
Tabel 4.1. Pencapaian Indikator Makro Visi dan Misi Kabupaten Karawang Tahun 2001
2004
Tabel 4.2. Pentahapan Keluarga Sejahtera Tahun 2001-2004
Tabel 4.3. Data Perdagangan Anak Tahun 2004
Tabel 4.4. Penawaran dan Permintaan PRTA

DAFTAR GAMBAR
Gbr.2.1. Sistem Nilai Kearifan
Gbr.2.2. Kebijakan Publik
Gbr.2.3. Alur Kebijakan publik
Gbr.2.4. Model-model Keterpaduan
Gbr.2.5. Peta Perdagangan Orang di Wilayah Indonesia tahun 2006
Gbr.2.6. Peta Perdagangan Orang ke Luar Negeri tahun 2006
Gbr.2.7. Kerangka Kebijakan Publik Anak
Gbr.2.8. Kerangka Teori
Gbr.2.9. The E-V-R Congruence Model
Gbr.2.10. Kerangka Pemikiran
Gbr.3.1. Analisis Data

Gbr.4.1. Jumlah Penduduk Dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Karawang Tahun 2001-2004
Gbr.4.2. Piramida Penduduk Kabupaten Karawang Tahun 2004
Gbr.4.3. PETA KARAWANG
Gbr.4.4. APK dan APM SD dan MI di Kabupaten Karawang Tahun 2004
Gbr.4.5. Perkembangan Jumlah Prasarana Pendidikan Tahun 2001 û 2004
Gbr.4.6. Peta Perdagangan manusia di Wilayah Indonesia Tahun 2006
Gbr.4.7. Keterkaitan E-V-R
 
 
   
 
>> PENGARUH PEMBERIAN SUSU BERKALSIUM TINGGI TERHADAP KADAR KALSIUM DARAH DAN KEPADATAN TULANG REMAJA PRIA
>> EKSTRAK BENALU TEH (Scurrula oortiana) SEBAGAI IMUNOMODULATOR DAN ANTITUMOR INFEKSI Marek's Disease Virus (MDV) SEROTIPA 1 ONKOGENIK PADA AYAM
>> ANALISIS DAN SIMULASI DISTRIBUSI SUHU UDARA PADA KANDANG SAPI PERAH MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)
>> FUNGSI MAJELIS EKONOMI MUHAMMADIYAH DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT DI KOTA METRO BANDAR LAMPUNG
>> PENGARUH PENGEMBANGAN PEGAWAI DALAM KONTEKS IMPLEMENTASI ONLINE SYSTEM TERHADAP KEPUASAN KERJA, KOMITMENT DAN KINERJA PEGAWAI PADA PT. BANK JATIM DI SURABAYA
>> PEMBANGUNAN DESAIN MATERI PELATIHAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOPMPETENSI KARYAWAN TEKNIS DIVISI PERTANIAN PT. NUSA INDO AGROMADANI SURABAYA
>> PEMANASAN BERULANG TERHADAP KANDUNGAN GIZI "SIE REUBOH" MAKANAN TRADISIONAL ACEH
>> ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA MENENGAH KABUPATEN SIDOARJO
>> TEKNOLOGI PENANGKAPAN PILIHAN UNTUK IKAN CAKALANG DI PERAIRAN SELAYAR PROPINSI SULAWESI SELATAN
>> HUBUNGAN GAYA PENGASUHAN ORANG TUA AUTHORITARIAN DENGAN KEMANDIRIAN EMOSIONAL REMAJA (Studi Remaja Madya dalam Perspektif Psikologi Perkembangan Pada Siswa SMA Negeri I Punggaluku Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara)
>> PERANAN PEREMPUAN TANI DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA PETANI MISKIN ( STUDI KASUS KELUARGA PETANI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA BONTO MATE'NE KECAMATAN MANDAI KABUPATEN MAROS )
>> PENGARUH PEMBERIAN MIE INSTAN FORTIFIKASI PADA IBU MENYUSUI TERHADAP KADAR ZINK DAN BESI ASI SERTA PERTUMBUHAN LINIER BAYI
>> PEMBERDAYAAN PENYANDANG CACAT MELALUI PROGRAM REHABILITASI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (Studi Kasus Pelaksanaan Pemberdayaan Terhadap 7 Penyandang Cacat Melalui Program RBM di Kecamatan Rantepao Tana Toraja)
>> PERAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA
>> PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SAGA, SAMBILOTO DAN PARE TERHADAP DIFERENSIASI SEL-SEL LEUKOSIT, KANDUNGAN Fe, Zn dan HORMON TESTOSTERON DALAM PLASMA BURUNG PERKUTUT (Geopelia striata L.)
  
 
 


DRadio 103.4 FM Online

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online