PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG JOMPI KABUPATEN MUNA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Tanggal: 21 May 2007
Laporan: DASMIN SIDU
 
Hutan sebagai aset pembangunan nasional sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan dan penghidupan manusia. Oleh karena itu, hutan harus dikelola, dikembangkan dan dimanfaatkan secara baik dan lestari demi kesejahteraan masyarakat. Kawasan hutan lindung Jompi adalah salah satu kawasan hutan lindung di Kabupaten Muna yang memiliki sumber mata air yang saat ini telah mengalami kerusakan yang serius dengan kondisi kelurahan/desa di sekitarnya 78 persen tidak berdaya/miskin. Tujuan penelitian adalah: (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi modal sosial masyarakat sekitar kawasan hutan lindung, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung, (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung, dan (4) merumuskan model pember-dayaan masyarakat yang efektif di sekitar kawasan hutan lindung sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian ini dilakukan di sekitar kawasan hutan lindung Jompi Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.

Oleh:
DASMIN SIDU
SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2006


Cover
Prakata
Riwayat Hidup
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hutan, sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada Bangsa Indonesia, merupakan kekayaan yang dikuasai oleh Negara yang memberikan manfaat serbaguna bagi umat manusia, cenderung kondisinya semakin menurun. Hutan juga merupakan salah satu sumber daya alam yang berperan dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan air dan kesuburan tanah. Ketersediaan air dan kesuburan tanah merupakan urat nadi kehidupan manusia.

Masalah Penelitian
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Definisi Istilah

TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Pemberdayaan
Empowerment yang dalam bahasa Indonesia berarti “pemberdayaan”, adalah sebuah konsep yang lahir sebagai bagian dari perkembangan alam pikiran masyarakat kebudayaan Barat, utamanya Eropa. Memahami konsep empowerment secara tepat harus memahami latar belakang kontekstual yang melahirkannya. Konsep empowerment mulai nampak sekitar dekade 70-an dan terus berkembang hingga 1990-an. (Pranarka & Vidhyandika,1996)

Proses Pemberdayaan
Tujuan dan Tahapan Pemberdayaan Masyarakat
Kemampuan Pelaku Pemberdayaan (Stakeholders)
Memahami Modal Manusia (Human Capital)
Modal Sosial (Social Capital)

KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
Kerangka Berpikir
Perencanaan pengelolaan hutan lestari dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan, pemerintah selalu dilakukan secara sentralistik tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Sebagian elit birokrasi beranggapan bahwa untuk mencapai efisiensi dalam pembangunan, masyarakat tidak mempunyai kemampuan untuk menganalisis kondisi dan merumuskan permasalahan, apalagi mencari solusi pemecahannya, sehingga masyarakat kurang terlibat dalam setiap tahapan proses pemberdayaan.

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi penelitian adalah masyarakat tani yang bermukim sekitar kawasan hutan lindung Jompi Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara. Secara administrasi kawasan hutan lindung Jompi berbatasan dengan lima kecamatan yaitu; Kecamatan Batalaiworu, Katobu, Duruka, Kontunaga dan Watupute. Mengingat keterbatasan waktu, biaya, maupun tenaga, maka populasi penelitian dibatasi pada masyarakat tani yang bermukim di kelurahan/desa yang bersentuhan langsung dengan kawasan hutan lindung Jompi di bagian hulu DAS Jompi yang berjumlah 981 rumah tangga.

Sampel
Desain Penelitian
Data dan Instrumen
Data
Instrumen
Validitas Instrumen
Reliabilitas Instrumen
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Letak Geografis dan Luas Wilayah
Kabupaten Muna adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang secara geografis berada diantara 4.06'–5.15' Lintang Selatan (LS) dan 122.08'–123.15' Bujur Timur (BT). Secara administrasi di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Tiworo dan Kabupaten Kendari, sebelah Selatan berbata-san dengan Kabupaten Buton, Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Buton (Selat Spelman).

Iklim dan Topografi
Jenis Tanah dan Hidrologi
Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Angkatan Kerja
Pengembangan Pendidikan
Keadaan Umum Desa Sampel
Letak Administrasi dan Luas Wilayah
Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Tingkat Pendidikan
Mata Pencaharian
Angkatan Kerja
Tata Guna Lahan
Pola Usaha Tani
Sarana dan Prasarana Perekonomian
Karakteristik Responden
Umur
Tingkat Pendidikan
Luas Lahan Garapan
Status Kepemilikan Lahan
Kondisi Modal Fisik Sekitar Kawasan Hutan Lindung Jompi
Kondisi Modal manusia Sekitar Kawasan Hutan Lindung Jompi
Kondisi Modal Sosial Sekitar Kawasan Hutan Lindung Jompi
Persepsi Responden terhadap Kemampuan Pelaku Pemberdayaan
Persepsi Responden terhadap Proses Pemberdayaan
Tingkat keberdayaan Masyarakat
Sejarah Pembangunan Hutan Jati di Kabupaten Muna
Masa Kerajaan Sugi Laende (Awal Abad 15)
Masa Pemerintahan Kolonial Belanda (1901-1942)
Masa Pemerintahan Jepang (1942-1945)
Masa Kemerdekaan (1945-1999)
Masa Otonomi Daerah (2001-sekarang)
Kondisi Hutan Jati Muna Saat ini
Hutan Jati Alam
Hutan Jati Tanaman
Interaksi Masyarakat dengan Hutan
Pembangunan Hutan di Kawasan Hutan Lindung Jompi
Tujuan Pembangunan Hutan
Pola Pembangunan Hutan di dalam dan Sekitar KHLJ
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Modal sosial
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pemberdayaan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberdayaan Masyarakat
Model dan Bentuk Pemberdayaan Masyarakat
Model Efektif Pemberdayaan Masyarakat
Bentuk-Bentuk Pemberdayaan Masyarakat

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Kondisi modal sosial masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Jompi mengalami penurunan/lemah, terutama disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan (trust) antar warga masyarakat. Rendahnya trust ini akibat maraknya perilaku sosial yang selalu merugikan antar sesama, seperti penipuan, pencurian, dan kekerasan. Rendahnya modal sosial juga dipenga-ruhi secara nyata oleh masih rendahnya modal munusia terutama terkait dengan tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat yang rendah

Saran
Mengingat kualitas modal manusia dan modal sosial yang cenderung rendah, maka diperlukan upaya penyediaan modal fisik terutama sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan dan ekonomi, mengaktifkan kembali kegiatan penyu-luhan, pelatihan, kursus dan pendampingan dengan materi yang berhubungan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Jompi agar kualitas modal manusia dan modal sosial meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR TABEL
1. Tahapan pemberdayaan knowledge, atitudes, practice dengan pendekatan apek afektif,
kognitif, psikomotorik dan konatif
2. Ciri-ciri masyarakat berdaya dilihat dari aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan
3. Ciri-ciri pelaku pemberdayaan yang memberdayakan dilihat dari aspek perilaku,
pengetahuan, sikap dan ketrampilan
4. Ciri masyarakat yang memiliki modal manusia (human capital)
5 Tingkatan modal sosial (social capital) masyarakat
6 Kisaran nilai cronbachÆs alpha hasil uji reliabilitas
7 Indikator dan parameter modal fisik (phyisical capital)
8 Indikator dan parameter modal manusia (Human capita)
9 Indikator dan parameter modal sosial (Social capital)
10 Indikator dan parameter kemampuan pelaku pemberdayaan
11 Indikator dan parameter proses pemberdayaan
12 Indikator dan parameter tingkat keberdayaan masyarakat
13 Luas wilayah dan kepadatan penduduk di kecamatan sekitar KHLJ
14 Jumlah RT dan tingkat kepadatan RT di kecamatan sekitar KHLJ
15 Komposisi penduduk berdasarkan golongan umur sekitar KHLJ
16 Jumlah sekolah, guru dan murid di kecamatan sekitar KHLJ.
17 Persebaran dan tingkat kepadatan penduduk di sekitar KHLJ
18 Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di desa sampe
19 Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian di desa sampel
20 Komposisi penduduk berdasarkan umur di desa sampel
21 Pola penggunaan lahan penduduk di desa sampel
22 Populasi ternak penduduk di desa sampel
23 Sebaran responden berdasarkan umur
24 Sebaran responden berdasarkan tingkat pendidikan formal
25 Sebaran responden berdasarkan luas lahan garapan.
26 Hasil penilaian (skor) responden terhadap ketersediaan modal fisik
27 Hasil penilaian (skor) terhadap kualitas modal manusia yang dimiliki responden
28 Hasil penilaian (skor) terhadap kualitas modal sosial yang dimiliki responden
29 Hasil penilaian (skor) terhadap kualitas kemampuan pelaku pemberdayaan
30 Hasil penilaian (skor) terhadap kualitas proses pemberdayaan
31 Hasil penilaian (skor) terhadap tingkat keberdayaan masyarakat
32 Nilai koefisien korelasi faktor-faktor yang berhubungan dengan modal sosial
33 Nilai koefisien regresi berganda faktor-faktor yang berpengaruh modal sosial
34 Nilai koefisien korelasi faktor-faktor yang berhubungan dengan proses
pemberdayaan
35 Nilai koefisien regresi berganda faktor-faktor yang berpengaruh dengan proses
pemberdayaan
36 Nilai koefisien korelasi faktor-faktor yang berhubungan keberdayaan masyarakat
37 Nilai koefisien regresi berganda faktor-faktor yang berpengaruh dengan proses
pemberdayaan
38 Nilai koefisien jalur faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan warga masyarakat
39 Nilai sumbangan efektif faktor-faktor yang menjadi unsur model efektif
pemberdayaan masyarakat

DAFTAR GAMBAR
1. Peningkatan partisipasi aktif masyarakat
2. Model kerangka berpikir
3. Model konseptual hipotesis pertama
4. Model konseptual hipotesis kedua
5. Model konseptual hipotesis ketiga
6. Perkembangan hubungan antara sub sistem kehutan (A) dan sub sistem sosial (B)
7. Dampak pertambahan penduduk terhadap potensi hutan
8. Model konseptual hubungan antar variabel yang mempengaruhi modal sosial
9. Model konseptual hubungan antar variabel yang mempengaruhi proses pemberdayaan
10. Model konseptual hubungan antar variabel yang mempengaruhi keberdayaan
masyarakat
11. Model hubungan dan besarnya koefisien jalur antar variabel yang mempengaruhi
keberdayaan warga masyarakat
12. Model efektif pemberdayaan masyarakat di sekitar KHLJ

DAFTAR LAMPIRAN
1. Peta Kabupaten Muna dan Lokasi Penelitian
2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
3. Hasil Uji Korelasi dan Regresi
 
 
   
 
>> PENGARUH FAKTOR INTERNAL KONSUMEN DAN KINERJA BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOMODITAS TEH OLEH KONSUMEN RUMAH TANGGA DI PROVINSI JAWA BARAT
>> MODEL PELATIHAN KETERAMPILAN USAHA TERPADU BAGI PETANI SEBAGAI UPAYA ALIH KOMODITAS
>> EVALUASI MUTU DAN NILAI GIZI NUGGET DAGING MERAH IKAN TUNA (Thunnus sp) YANG DIBERI PERLAKUAN TITANIUM DIOKSIDA
>> EKSTRAKSI VANILI SECARA ENZIMATIK DARI BUAH VANILI (Vanilla planifolia ANDREWS) SEGAR
>> PENGARUH SYSTEM PENYAMPAIAN JASA TERHADAP CITRA RUMAH SAKIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI SUMATERA BARAT
>> Optimasi Pengembang Usaha Perikanan Mini Purse Seine di Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan
>> Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru
>> Karakteristik Karaginan Rumput Laut eucheuma cottonii Pada Berbagai Umur Panen, Konsentrasi Koh dan Lama Ekstraksi
>> AGED CARE IN SURABAYA
A Case Study Of Best Practices In Care For Old Aged
>> FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN ORANG LANJUT USIA (Studi Kasus di Kelurahan Jambangan)
>> PENDEKATAN AKUSTIK DALAM STUDI TINGKAH LAKU IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN DENGAN ALAT BANTU CAHAYA (THE ACOUSTIC APPROACH TO FISH BEHAVIOUR STUDY IN CAPTURE PROCESS WITH LIGHT ATTRACTION)
>> ANALISIS DIMENSI PENILAIAN PRESTASI KERJA KARYAWAN BANK SYARIAH MANDIRI DI WILAYAH JAWA TIMUR
>> PEMBERDAYAAN SEKTOR INFORMAL : STUDI TENTANG PENGELOLAAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENERIMAAN PAD DI KOTA MANADO
>> ANALISIS SIKAP IKLIM ORGANISASI, ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA DALAM MENENTUKAN EFEKTIVITAS KINERJA ORGANISASI DI GARNISUN TETAP III SURABAYA
>> PENGARUH TINGKAT KECERDASAN EMOSI DAN SIKAP PADA BUDAYA ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CIIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PEGAWAI PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA III
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online