PROGRAM PENGEMBANGAN REMAJA MANDIRI MELALUI SEKOLAH UNGGUL
Tanggal: 12 Apr 2007
Laporan: YDSM/Donni
 
Pemberdayaan remaja, khususnya usia SMA, pada pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), umumnya difokuskan pada upaya mempersiapkan remaja untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun kenyataannya, remaja lulusan SMA yang dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, kurang dari 50 persen. Sisanya sekitar 50 persen lag! tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Ketidak mampuan itu karena dua alasan pokok. Pertama, karena nilai akademis yang rendah sehingga tidak mampu bersaing memenuhi syaratyang ditentukan perguruan tinggi yang bersangkutan. Kedua, orang tua kurang mampu, sehingga andaikan memenuhi persyaratan akademis, terpaksa secara ekonomis tidak mampu melanjutkan ke pendidikan tinggi.







Judul Buku PROGRAM PENGEMBANGAN REMAJA MANDIRI MELALUI SEKOLAH UNGGUL (16 Halaman)
Kerjasana :
Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM)
Universitas Airlangga
Yayasan Damandiri
Januari 2005

COVER

Sambutan Menteri Pendidikan Nasional Untuk Program Pengembangan Remaja Mandiri Melalui Sekolah Unggul

A Latar Belakang

Pemberdayaan remaja, khususnya usia SMA, pada pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA), umumnya difokuskan pada upaya mempersiapkan remaja untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun kenyataannya, remaja lulusan SMA yang dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, kurang dari 50 persen. Sisanya sekitar 50 persen lag! tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi. Ketidak mampuan itu karena dua alasan pokok. Pertama, karena nilai akademis yang rendah sehingga tidak mampu bersaing memenuhi syaratyang ditentukan perguruan tinggi yang bersangkutan. Kedua, orang tua kurang mampu, sehingga andaikan memenuhi persyaratan akademis, terpaksa secara ekonomis tidak mampu melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Tingkat kemampuan akademis lulusan antara lain sangat tergantung dari proses belajar mengajar di setiap Sekolah. Sekolah yang proses belajar mengajarnya kurang baik akan
menghasilkan lulusan sekolah yang kualitasnya kurang sehingga lulusan tidak mampu bersaing untuk mengikuti pendidikan lebih tinggi.

2. Tingkat kemampuan akademis lulusan antara lain sangat tergantung dari proses belajar mengajar di setiap Sekolah. Sekolah yang proses belajar mengajarnya kurang baik akan
menghasilkan lulusan sekolah yang kualitasnya kurang sehingga lulusan tidak mampu bersaing untuk mengikuti pendidikan lebih tinggi.

3. Selama beberapa tahun terakhir ini Yayasan Damandiri telah ikut membantu siswa-siswa SD, SMP, dan SMA serta sederajat dalam mengikuti pendidikan pada sekolah masing-masing. Pada tahun-tahun terakhir Yayasan Damandiri juga membantu siswa SMA, MA dan SMK mengikuti ujian masuk perguruan tinggi atau membantu mereka untuk belajar mandiri dengan dana secara langsung. Bantuan itu antara lain berupa kesempatan menyiapkan diri untuk mengikuti ujian, bantuan pembayaran SPP selama menjadi mahasiswa, serta bantuan untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah. Bantuan lain diberikan juga kepada siswa SMA, MA, dan SMK, terutama siswa perempuan kelas tiga, untuk mendapatkan dukungan dalam menyiapkan hidup mandiri dengan tabungan belajar mandiri.

4. Namun pengalaman mengajarkan bahwa siswa yang lulus, dan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, kurang "laku jual" di kalangan masyarakat karena kurang atau tidak memiliki ketrampilan yang dibutuhkan pasar kerja yang tersedia. Hal ini karena sistem pengajaran di SMA tidak atau belum berorientasi pada upaya mempersiapkan lulusannya untuk memenuhi lapangan kerja
yang tersedia. Akibatnya, lulusan SMA yang tidak dapat melanjutkan dan tidak dapat bekerja, menjadi sebab timbulnya masalah sosial kemasyarakatan yang rawan seperti pengangguran, gangguan ketertiban, keamanan dan masalah sosial lainnya.

5. Kita mengetahui bahwa kemampuan akademis lulusan SMA dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain mutu lembaga sekolah, terutama kemampuan Guru, peralatan, buku dan sarana pendukung maupun proses pengajaran dari setiap Sekolah. Walupun ada standarisasi namun tingkat kualitas antar Sekolah masih belum seimbang dan sangat bervariasi. Terlebih lagi Sekolah di kawasan Tlmur Indonesia dan di daerah tertinggal, mutu Sekolahnya belum memadai, sehingga lulusannya kurang memperoleh kesempatan maju karena kalah bersaing.

6. Untuk mengatasi masalah kesenjangan mutu sekolah dan terutama meningkatkan kemampuan lulusan Sekolah SMA, khususnya yang berasal dari daerah tertinggal, lebih khusus lagi dari kawasan timur Indonesia, sekaligus meningkatkan partisipasi sekolah, perlu dilakukan upaya pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Melalui upaya ini, Sekolah yang belum maju diajak bekerjasama meningkatkan kemampuan managerial Kepala Sekolah, dan atau meningkatkan kemampuan dan mutu Guru-gurunya. Peningkatan mutu atau pengembangan guru dilakukan dengan "sistem magang" pada Sekolah yang lebih maju. Sedangkan untuk mempersiapkan lulusan yang tidak melanjutkan karena alasan ekonomi orang tuanya, kepada siswa SMA yang keluarganya kurang mampu diupayakan pemberdayaan ketrampilan (life skills) untuk siap bekerja atau menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Program ini disebut sebagai Program Pengembangan Remaja Mandiri Melalui Sekolah Unggul.

B. TUJUAN UMUM
1. Meningkatkan Mutu Sumber Daya Manusia usia SMA, baik yang sedang sekolah
maupun yang sedang tidak sekolah atau drop out.
2. Meningkatkan kemampuan proses belajar, mengajardan pengelolaan Sekolah yang
belum maju.
3. Meningkatkan mutu lulusan Sekolah melalui program magang, kerjasama antar
sekolah, dan kerjasama antara sekolah dan masyarakat sekitarnya.
4. Meningkatkan kerjasama dan komunikasi antara Sekolah kurang maju dengan Sekolah
yang maju dari daerah yang sama, atau dari daerah yang berbeda.
5. Selama sekolah di tingkat SMA diupayakan pemberian pelajaran pilihan berupa
ketrampilan sebagai bekal untuk hidup mandiri.

C. TUJUAN KHUSUS
1. Menempatkan atau menugaskan Kepala Sekolah atau Guru untuk "magang" sebagai
upaya pembelajaran langsung di Sekolah yang lebih maju.
2. Mengadaptasi proses pengajaran yang bermutu, pengelolaan Sekolah dan Guru yang
maju serta mengembangkan penyediaan buku referensi yang baik.
3. Mempelajari standar dan persyaratan akademis sebagai syarat masuk pada Perguruan
Tinggi terpilih.
4. Menumbuhkan dan membina Lembaga Kursus Ketrampilan mandiri di sekitar Sekolah
dengan tingkat mutu dan kompetensi yang baik dan memenuhi syarat.
5. Mendorong Siswa SMA, terutama yang tidak dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi,
untuk mengikuti kursus ketrampilan yang lulusannya banyak dibutuhkan masyarakat.
6. Mengakreditasi Siswa SMA atau anak usia SMA yang telah mengikuti kursus yang
terakreditasi dan atau memiliki ketrampilan khusus sebagai bagian dari mata pelajaran
yang telah diambilnya.

D. HASIL YANG HENDAK DICAPAI
Tujuan program bersifat ganda. Pertama, meningkatkan mutu siswa SMA, mutu guru dan pemerataan kualitas antar sekolah SMA dan sederajat. Kedua, merangsang masyarakat untuk meningkatkan angka partisipasi dari anak-anak usia SMA, baik yang drop out atau sekarang dalam keadaan tidak sekolah. Hasil yang hendak dicapai adalah pertama, membantu siswa SMA agar memiliki mutu akademis tinggi, sehingga apabila lulus ujian akhir dapat masuk dan mampu mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi dengan baik.
Selain itu, untuk lulusan, yang karena kondisi ekonomi kurang mampu dan tidak dapat melanjutkan ke pendididkan tinggi, memiliki ketrampilan khususyang siap dan laku bekerja di masyarakat dan atau dapat menciptakan lapangan usaha sendiri (wirausaha). Kedua, mengusahakan fasilitas untuk guru dan atau Kepala Sekolah untuk mengenal dan mengikuti sistem pendidikan, pengajaran dan manajemen dari sekolah lain yang dianggap unggul. Ketiga, mengajak sekolah mencari terobosan untuk meningkatkan angka partisipasi dengan mengundang anak-anak usia SMA, terutama yang drop out atau belum sekolah, untuk kembali atau bersekolah dengan beberapa kemudahan yang tidak merusak standar sekolah yang ada. Perguruan Tinggi atau Universitas anggota Jaringan LIPM bisa bertindak sebagai pembina atau pendamping sekolah-sekolah unggulan yang dimaksud. Sifat pembinaan ini sebagai sarana untuk memperat hubungan antara Perguruan Tinggi dengan sekolah lanjutan atas yang bersangkutan.

E. WILAYAH SASARAN
Sasaran pertama adalah beberapa siswa, khususnya kelas III terutama perempuan, Kepala Sekolah atau Guru yang ditunjuk dari suatu wilayah kabupaten atau kota terpilih. Dari suatu kebupaten/ kota dipilih beberapa Sekolah SMA yang Kepala Sekolah/Guru dari sekolah tersebutyang kurang maju untuk kemudian ditugaskan "magang" pada SMA lain yang lebih maju. Tempat magang bisa di wilayah Kota/Kabupaten yang sama. Atau, apabila di kabupaten atau kota yang bersangkutan dianggap kurang memadai, guru atau kepala sekolah yang dipilih, bisa magang pada sekolah di kabupaten atau kota di wilayah lainnya. Pilihan ini diarahkan untuk pemerataan pengembangan mutu sekolah dalam suatu wilayah.
Sasaran kedua adalah Kepala Sekolah atau Guru dari Kawasan Timur Indonesia. Guru dan atau Kepala Sekolah tersebut ditugaskan untuk magang pada sekolah yang dianggap unggul di Kabupaten / Kota yang menjadi bagian dari 25 kabupaten dalam pengembangan sumber daya manusia oleh Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM). Program ini diarahkan sebagai upaya pemerataan dalam wilayah kabupaten tertinggal, khususnya Kawasan Timur Indonesia.

Untuk sementara Program Pengembangan dilakukan di 25 Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali, antara lain pada Kabupaten/Kota sebagai berikut:

Bali:
1.Kabupaten Jembrana
2.Kabupaten Karangasem

Jawa Timur:
1. Kota Surabaya
2. Kabupaten Sidoarjo
3. Kabupaten Bangkalan
4. Kabupaten Nganjuk
5. Kabupaten Tuban
6. Kabupaten Tulungagung
7. Kota Malang
8. Kabupaten Malang
9. Kabupaten Jember
10. Kabupaten Banyuwangi
11. Kabupaten Pacitan
12. Kabupaten Madiun

Jawa Tengah :
1. Kota Semarang
2. Kabupaten Solo
3. Kabupaten Sragen
4. Kabupaten Karanganyar
5. Kabupaten Banyumas
6. Kabupaten Purbalingga
7. Kabupaten Grobogan

D.I. Yogyakarta :
1. Kota Yogyakarta
2. Kabupaten Bantul

F. DUKUNGAN JEJARING PERGURUAN TINGGI
Dalam pelaksanaan program ini Lembaga Indonesia untuk Pengem-bangan Manusia Universitas Airlangga (LIPM) akan bertindak sebagai pusat administrasi dan managemen dari pengembangan program terpadu. Selain itu sejumlah Perguruan Tinggi dan Universitas akan mendukung dalam pengembangan dan pembinaan SMA. Sementara ini Perguruan Tinggi dan Universitas yang telah menyatakan bergabung dalam jejaring program ini adalah:
Perguruan Tinggi di Bali:
1. Universitas Udayana, Denpasar
2. Sekolah Tinggi Tehnik Jembrana, Jembrana

Perguruan Tinggi di Jawa Timur:
1. Universitas Airlangga, Surabaya
2. Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya
3. Universitas Negeri Malang
4. Universitas Brawijaya, Malang
5. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
6. Universitas Merdeka Malang
7. Universitas Widya Gama , Malang
8. Universitas Trunojoyo, Bangkalan
9. Universitas Islam Majapahit, Mojokerto
10. Universitas Jember, Jember
11. Universitas Tujuh BelasAgustus Banyuwangi, Banyuwangi
12. Sekolah Tinggi Agama Islam, Banyuwangi

Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan Dl Yogyakarta:
1. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
2. Universitas Sebelas Maret, Solo
3. Universitas Diponegoro, Semarang
4. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
5. Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta
6. Universitas Achmad Dahlan, Yogyakarta

G. KEGIATAN-KEGIATAN PEMBERDAYAAN YANG DITAWARKAN
1. "Magang" Kepala Sekolah/Guru.
a. Dengan bantuan dan pendampingan Lembaga Perguruan Tinggi pembina, setiap Kota/
Kabupaten melakukan inventarisasi dan klasifikasi menurut tingkatan mutu Sekolah
SMA.
b. Setiap Kota/Kabupaten memilih/menunjuk 2-3 Sekolah SMA yang dianggap
memerlukan peningkatan.

c. Setiap Sekolah SMA yang dipilih mengusulkan Kepala Sekolah/Guru yang ditunjuk
untukditugasi "magang" pada Sekolah SMA yang dinilai maju di Kota/kabupaten yang
sama atau wilayah Kota/Kabupaten lain yang dipandang maju. Guru yang ditugaskan
untuk "magang" diutamakan Guru Matematika, Guru Bahasa Inggris atau Guru
Humaniora, atau guru lain yang dipandang perlu untuk kemajuan sekolah yang
bersangkutan.

d. Lamanya "magang" pada satu wilayah atau pada suatu Sekolah SMA yang maju serta
kegiatan-kegiatan lain yang dipandang perlu adalah 1 (satu) bulan/30 hari.

e. Tugas Guru dan Kepala Sekolah "magang" antara lain:
- Mempelajari dan mengadaptasi proses belajar, mengajar dan manajemen pengelolaan
Sekolah di tempat magang.
- Menghimpun buku dan bahan referensi yang dianggap relevan dan belum tersedia di
tempatnya sendiri.
- Mempelajari kesempatan penerimaan mahasiswa, persyaratan penerimaan mahasiswa
pada perguruan tinggi terdekat, mengikuti orientasi mahasiswa dan kualifikasi mutu
Lembaga Pendidikan Tinggi terdekat.
- Membuat program kerja untuk pengetrapan peningkatan mutu pada sekolah masing-
masing.

f. Dukungan yang dapat diberikan kepada Kepsek/Guru "magang". Kepada peserta
"magang" Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Yayasan Damandiri) berkerja sama
dengan LIPM membantu sebagian biaya magang antara lain berupa biaya transport
pulang pergi dari Sekolah asal ke kota atau kabupaten tempat "magang", biaya hidup
atau biaya pondokan selama berada di daerah magang, dengan anjuran apabila
memungkinkan yang bersangkutan tinggal bersama Kepala Sekolah/Guru dari Sekolah
tempat magang, bantuan biaya pembelian buku referensi, bantuan biaya transport
peninjauan perguruan tinggi pembina, dan biaya tidak terduga lainnya. Apabila peserta
tidak dapat tinggal pada Kepala Sekolah, atau guru, dianjurkan untuk tinggal pada
tetangga dari Kepala Sekolah atau Guru yang bersangkutan agar bisa memperoleh akses
komunikasi secara berlanjut dan efektif.

g. Sasaran yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan mutu dan
pengelolaan Sekolah sehingga jumlah lulusan dengan nilai yang baik dan dapat
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi meningkat.

2. Membantu siswa SMA memiliki ketrampilan mandiri (life skills).
a. Sekolah SMA yang ditunjuk di setiap Kota / Kabupaten diharapkan melakukan
inventarisasi Lembaga Kursus ketrampilan yang ada disekitar Sekolah.

b. Apabila perlu dapat merangsang berdirinya kursus-kursus ketrampilan yang diperlukan
masyarakat dan berguna untuk siswa dan anak usia sebaya di daerah yang
bersangkutan.

c. Siswa klas III yang pandai, terutama perempuan, tetapi orang tuanya kurang mampu
dan diperkirakan tidak dapat melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi, diarahkan dan
dibantu untuk mengikuti kursus ketrampilan hidup mandiri yang ada disekitar Sekolah
atau di wilayah dekat sekolah.

d. Setelah lulus SMA, siswa yang telah memiliki ketrampilan hidup mandiri tersebut
dibantu atau dapat direkomendasikan untuk bekerja sesuai dengan ketrampilannya.
Siswa yang memiliki ketrampilan untuk wirausaha dapat diarahkan atau ditugasi untuk
magang kepada usaha yang ada di sekitar Sekolah.

e. Kepada siswa yang magang dapat diberikan bantuan pinjaman modal dari Sekolah
sebagai penyertaan modal kepada usaha tempat magang. Untuk keperluan itu, kepada
sekolah-sekolah terpilih akan diberikan bantuan, sesuai kemampuan, oleh Yayasan
Damandiri, untuk pinjaman modal bagi siswa magang.

f. Dukungan dapat diberikan kepada siswa, terutama perempuan. Yayasan Dana Sejahtera
Mandiri (Damandiri) akan memberikan dukungan bantuan biaya secara terbatas untuk
biaya kursus. Selain itu Yayasan dapat membantu menyediakan dana kepada Sekolah,
yang oleh sekolah dana tersebut dapat digunakan sebagai pinjaman modal penyertaan
siswa kepada usaha tempat magang.

g. Sasaran yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah agar remaja lulusan SMA,
terutama anak perempuan dari keluarga kurang mampu, bisa mengikuti kursus
ketrampilan untuk hidup mandiri sehingga mudah memperoleh pekerjaan, atau segera
bisa melakukan usaha swasta secara mandiri.

CARA/PROSEDUR MENGIKUTI PROGRAM
a. Sekolah yang berminat dapat mengirimkan pernyataan minat untuk mengikuti Program
Pemberdayaan ini kepada Lembaga Indonesia Untuk Pengembangan Manusia (LIPM)
dengan alamat seperti tertera pada buku/pedoman ini.

b. Kepala Sekolah/Guru "magang", yang bersangkutan harus mendapatkan ijin tertulis
dari atasannya untuk mengikuti kegiatan termaksud selama satu bulan.

c. Kepala Sekolah/Guru yang bersangkutan dapat secara langsung melakukan
korespondensi atau melakukan komunikasi dengan Sekolah yang dipilih akan diajukan
menjadi tempat magang. Alternatip lain kalau belum ada korespondensi/komunikasi
yang dipilih, LIPM dapat memfasilitasi melakukan pilihan Sekolah yang akan
ditawarkan sebagai tempat magang.

d. Setelah pengajuan dan penentuan tempat magang yang telah disepakati, LIPM akan
menyampaikan surat persetujuan dan penetapan magang kepada Sekolah-sekolah yang
bersangkutan.

e. Dengan dasar persetujuan dan penetapan magang tersebut, LIPM akan mengirimkan
bantuan dana pembiayaan kepada Kepala Sekolah/Guru yang bersangkutan sesuai
dengan yang ditetapkan. Pemerintah Daerah diharapkan juga dapat membantu sebagain
pembiayaan yang diperlukan.

f. Selanjutnya komunikasi dan ko respondensi untuk pelaksaaan magang antara Kepala
Sekolah/Guru yang akan magang dan Sekolah tempat magang dapat dilakukan
langsung oleh kedua pihak.
g.Apabila diperlukan LIPM dapat memfasilitasi baik kepada Kepala Sekolah yang akan
magang maupun kepada Sekolah tempat magang.

h.Setelah selesai melakukan magang, Kepala Sekolah/Guru yang bersangkutan
menyampaikan laporan yang disampaikan kepada LIPM untuk bahan telaahan dan
evaluasi.

KOMUNIKASI UNTUK PROGRAM
Untuk mendapatkan informasi dan keterangan lebih lanjut tentang penyelenggaraan program ini, dapat diperoleh dan dapat berhubungan dengan LIPM dengan alamat sbb.:

LEMBAGA INDONESIA UNTUK PENGEMBANGAN MANUSIA
Lembaga Indonesia untuk Pengembangan Manusia (LIPM)
Indonesian Institute for Human Development (IIHD)
Universitas Airlangga
Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya, 60286.
Telp.: (031) 5023715, 5020170 Fax.: (031) 5030076
e-mail: pasca@pasca.unair.ac.id

Contoh Formulir 1

Contoh Formulir 2


Download Lengkap PDF
 
 
   
 
>> REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI
>> BUKU PEDOMAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA)
>> 10 TAHUN MENGABDI TANPA HENTI
>> REMAJA SIAP MEMBANGUN
>> MENCINTAI PRODUKSI DALAM NEGERI
>> MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN KELUARGA KURANG MAMPU
>> LANGKAH TEPAT SELAMATKAN NYAWA
>> EKONOMI KELUARGA PILAR UTAMA KELUARGA SEJAHTERA
>> PENDIDIKAN PEREMPUAN ASET BANGSA
>> VISI KEPENDUDUKAN BERWAWAWASAN KEMANUSIAAN
>> 'MEMOTONG RANTAI KEMISKINAN'
>> SINERGI BARU PEMBERDAYAAN KELUARGA
>> MENYEGARKAN GERAKAN KELUARGA SEJAHTERA MANDIRI
>> GONG PERDAMAIAN DUNIA
Sarana persaudaraan dan pemersatu umat manusia di seluruh planet bumi
>> REVITALISASI SISTEM EKONOMI PANCASILA
Teori dan Praktek Pengentasan Kemiskinan
  
 
 


DRadio 103.4 FM Online

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online