MODEL PELATIHAN KETERAMPILAN USAHA TERPADU BAGI PETANI SEBAGAI UPAYA ALIH KOMODITAS
Tanggal: 23 Mar 2007
Laporan: SUDIRMAN
 
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kehidupan masyarakat petani penggarap lahan Perhutani di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung yang selain tingkat pendidikannya masih rendah, juga tidak memiliki mata pencaharian tetap. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pelatihan keterampilan usaha secara terpadu sebagai upaya pemberdayaan masyarakat petani dalam mengembangkan kemampuan berusaha
Landasan teori yang digunakan dalam melakukan penelitian ini secara umum adalah; 1) Konsep dasar pelatihan, teori pembelajaran dan pemberdayaan, yang dikhususkan bagi orang dewasa, 2) Konsep pelatihan keterampilan usaha terpadu, 3) Konsep kewirausahaan, yang digunakan sebagai pendukung dalam program pelatihan keterampilan usaha terpadu, dan 4) Beberapa tulisan yang berhubungan dengan pengembangan kemampuan masyarakat.

Oleh:
SUDIRMAN
Jl Cilimas No11 Rt01/04
Kel Isola Kec Sukasari
Bandung Jawa Barat

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2006


LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PERNYATAAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR

UCAPAN TERIMA KASIH



BAB I. : PENDAHULUAN
Latar Belakang
1. Kondisi ekonomi dan kebijakan sektor pertanian
Sejak terjadinya krisis ekonomi pada bulan Juli 1977 yang berlanjut menjadi krisis multi dimensi yang dialami bangsa Indonesia ternyata sangat berpengaruh pada penurunan kinerja ekspor berbagai produk. Di antara produk yang mengalami penurunan tersebut adalah produk-produk pertanian seperti produk ternak, tanaman pangan dan hortikultura serta produk tanaman perkebunan primer maupun olahannya. Meskipun sektor pertanian masih dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional, karena mengingat peranannya dalam penyerapan tenaga kerja serta penghasil devisa dari sektor non migas, namun masih saja belum mampu menunjukkan peningkatan kinerja ekspor. Di sisi lain, walaupun dengan potensi sumber daya pertanian yang ada dan cukup besar Indonesia pernah menjadi eksportir terbesar seperti gula dan lada, namun tidak dapat bertahan lama.

2. Kondisi hutan dan kebijakan Perhutani
3. Kualitas sumberdaya manusia sekitar hutan
4. Kontribusi PLS dalam Pembangunan Masyarakat
Identifikasi Masalah
Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian
Definisi Operasional
Tujuan dan Manfaat Penelitian.
Paradigma Penelitian

BAB II : LANDASAN TEORITIS

Konsep Dasar Pelatihan
1. Pengertian dan Manfaat Pelatihan.
1.1 Pegertian Pelatihan
Secara umum pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang menggambarkan suatu proses dalam pengembangan organisasi maupun masyarakat. Pendidikan dengan pelatihan merupakan suatu rangkaian yang tak dapat dipisahkan dalam sistem pengembangan sumberdaya manusia, yang di dalamnya terjadi proses perencanaan, penempatan, dan pengembangan tenaga manusia. Dalam proses pengembangannya diupayakan agar sumberdaya manusia dapat diberdayakan secara maksimal, sehingga apa yang menjadi tujuan dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia tersebut dapat terpenuhi. Moekijat (1993:3) juga menyatakan bahwa “pelatihan adalah suatu bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan diluar sistem pendidikan yang berlaku, dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori”. Pernyataan ini didukung Yoder (1962:368) yang mendefinisikan kalau kegiatan pelatihan sebagai upaya mendidik dalam arti sempit, terutama dilakukan dengan cara instruksi, berlatih, dan sikap disiplin.

1.1. Pengertian pelatihan
1.2. Manfaat pelatihan
2. Pendekatan dan Azas Umum Kegiatan Pelatihan
3.1. Pendekatan pelatihan
3.2. Azas-asas umum pelatihan
3. Model-model pelatihan
Konsep Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
1. Pengertian Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
2. Landasan dan Prinsip Pelatihan Keterampilan Usaha
Terpadu
3. Hakikat Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
4. Karakteristik Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
Kewirausahaan Sebagai Program Pendukung Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
1. Pengertian Kewirausahaan
2. Faktor-faktor Pendukung dalam Melakukan Usaha
3. Kewirausahaan melalui Usaha Terpadu
Alih Komoditas Sebagai Hasil Pengembangan
Hasil-Hasil Kajian yang Relevan

BAB III : METODE PENELITIAN

Pendekatan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan “Penelitian Pengembangan” (Research and Development). Menurut Borg and Gall (1989:782), yang dimaksud dengan model penelitian dan pengembangan adalah “a process used develop and validate educational product”. Kadang-kadang penelitian ini juga disebut ‘research based development’, yang muncul sebagai strategi dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain untuk mengembangkan dan memvalidasi hasil-hasil pendidikan, Research and Development juga bertujuan untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru melalui ‘basic research’, atau untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan khusus tentang masalah-masalah yang bersifat praktis melalui ‘applied research’, yang digunakan untuk meningkatkan praktik-praktik pendidikan.
Prosedur Penelitian
1. Tahap Studi Pendahuluan
2. Tahap Penyusunan Desain Model Konseptual
3. Tahap Validasi/Verifikasi Model Konseptual
Prosedur Penelitian
1. Tahap Studi Pendahuluan
2. Tahap Penyusunan Desain Model Konseptual
3. Tahap Validasi/Verifikasi Model Konseptual
4. Tahap Implementasi
Lokasi dan Subjek Penelitian
Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Analisis dan Penapsiran Data

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Kondisi Masyarakat Petani dari Lingkungan Pertanian
1. Deskripsi Hasil Studi Eksplorasi
Studi ekplorasi bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum tentang lokasi penelitian, yang dalam penelitian ini mengambil tempat uji coba di Kabupaten Bandung. Sasaran uji coba dalam pembuatan model pelatihan adalah masyarakat petani hortikultura penggarap lahan Perhutani. Perolehan hasil dari studi ekplorasi akan sangat berpengaruh pada model konseptual yang akan dibangun dan dikembangkan. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pembuatan sebuah model, di samping diperlukan kecermatan dalam mengadakan pendekatan, juga pelaksanaan wawancara harus benar-benar mendalam sesuai kebutuhan rancangan model itu sendiri dan dilakukan pada sumber-sumber yang relevan.

1.1. Deskripsi Umum Tentang Kabupaten Bandung
1.2. Deskripsi Lokasi Ujicoba
1.3. Deskripsi Analisis Jenis Usaha
2. Analisis Permasalahan Pelatihan Petani di Suntenjaya
2.1. Analisis Kondisi Petani Hortikultura
2.2. Analisis Kebutuhan Model Pelatihan Keterampilan
2.3. Analisis Fasilitator dan Kemitraan Usaha
Pengembangan Model Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
1. Penyusunan Model Konseptual
2. Validasi Model Konseptual
3. Revisi Model Konseptual
Implementasi Model
1. Dasar implementasi model pelatihan
2. Langkah-langkah implementasi
2.1. Uji coba tahap pertama
2.2. Uji coba tahap kedua
3. Analisis Hasil Implementasi
3.1. Analisis Deskriptif
3.2. Analisis Statistik Nonparametrik
Pembahasan
1. Pembahasan Khusus
1.1. Hasil Studi Pendahuluan
2.2. Hasil Uji Coba Model
2.3. Keefektifan Model Pelatihan
2. Pembahasan Umum
Temuan, Indikator Keberhasilan dan Keterbatasan Penelitian
1. Temuan Penelitian
2. Indikator Keberhasilan Penelitian
3. Keterbatasan Penelitian

BAB V : KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Secara umum penelitian ini telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan yaitu mengembangkan sebuah model pelatihan yang mampu memberdayakan masyarakat petani penggarap lahan Perhutani dalam beralih komoditas. Model ini dikembangkan berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat petani penggarap sebenarnya masih memiliki potensi untuk maju dan berkembang sepanjang diberikan peluang dan kesempatan.
1. Kondisi Kemampuan Masyarakat Petani Penggarap
2. Temuan Model Penelitian Keterampilan Usaha Terpadu
3. Keefektifan Model Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
Implikasi
1. Implikasi Teoritis
2. Implikasi Praktis
Rekomendasi
1. Rekomendasi untuk Penerapan Model Temuan
2. Rekomendasi bagi Peneliti Lanjutan

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Daftar Tabel
Keadaan Ekspor Import dan Neraca Perdagangan Produk Pertanian..
Luas Penutupan Lahan Hutan pada Hutan Produksi di Areal HPH…
Matrik Pemberdayaan dalam Membangun Masyarakat ……………. Angka Partisipasi Sekolah dan Meleh Huruf dan Buta Huruf ……… Prosentasi Penduduk Usia 10 Tahun Keatas yang Bekerja Berda sarkan Status dan Jenis Pekerjaan …………………………………. Kontribusi Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Bandung Tahun 2004……………………………………
Kontribusi Berbagai Sektor Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Bandung Tahun 2003/2004 …………………………………………
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan dan Mata Pencaharian yang Dijadikan Sumber Penghasilan di Desa Suntenjaya
Luas Lahan dan Hasil Panen dari Masing-Masing Jenis Pertanian Persekali Panen di Desa Suntenjaya
Penghasilan Rata-rata Peserta Pelatihan Sebelum dan Sesudah di berlakukan Larangan untuk Menggarap Lahan
Hasil Pre-test sebelum Ujicoba Tahap I
Hasil Post-test pada Ujicoba Tahap I
Peningkatan Hasil Pre-test dan Post-Test
Hasil Post-Test Kegiatan Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
Hasil Pre-Test dan Post-Test Pengetahuan
Deskriptif Statistik Hasil Uji Wilcoxon untuk Pengetahuan
Hasil Pre-Test dan Post-Test Keterampilan
Deskriptif Statistik Hasil Uji Wilcoxon Keterampilan
Hasil Pre-Test dan Post-Test dari Sikap
Deskriptif Statistik Hasil Uji Wilcoxon Sikap

Daftar Gambar

Paradigma Penelitian
Model Critical Event
Siklus Pelatihan Lima Tahap
Model Siklus Pelatihan Lima Tahap
Six Stages of the Training Process
Alur Langkah Penelitian
Tahapan Model Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
Model Awal Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
Langkah-langkah Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
Model Akhir Pelatihan Keterampilan Usaha Terapdu

Daftar Lampiran
Peta Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang
Pedoman Wawancara Untuk Petani Hortikultura
Pedoman Wawancara Untuk Instansi/Pejabat Pemerintah
Pedoman Wawancara Untuk Instansi atau Dinas Teknis
Instrumen Ujicoba Bahan Belajar ……………………………… Kuesioner Untuk Menjaring Data Responden
Instrumen Tes Pelatihan Ketrampilan Usaha Terpadu
Pedoman Obsevasi/Pengamatan Kegiatan Keterampilan
Deskripsi Hasil Pelatihan Melalui Uji Wilcoxon dengan SPSS
Fhoto-Fhoto Kegiatan Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu
SK Direktur PPS UPI Tentang Pembimbing Penulisan Disertasi
Surat Izin Mengadakan Studi Lapangan ……………………………. Surat Izin Penelitian dari Pemda Kabupaten Bandung ……………... Surat Izin Mengadakan Penelitian dari Perum Perhutani Jawa Barat.
Surat Izin Penelitian dari Perum Perhutani Bandung Utara
Surat Keterangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung
Surat Izin Penelitian dari Dinas Pendidikan Kab Bandung
Riwayat Hidup Penulis
 
 
   
 
>> EVALUASI MUTU DAN NILAI GIZI NUGGET DAGING MERAH IKAN TUNA (Thunnus sp) YANG DIBERI PERLAKUAN TITANIUM DIOKSIDA
>> EKSTRAKSI VANILI SECARA ENZIMATIK DARI BUAH VANILI (Vanilla planifolia ANDREWS) SEGAR
>> PENGARUH SYSTEM PENYAMPAIAN JASA TERHADAP CITRA RUMAH SAKIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPERCAYAAN PELANGGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DI SUMATERA BARAT
>> Optimasi Pengembang Usaha Perikanan Mini Purse Seine di Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan
>> Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pekanbaru
>> Karakteristik Karaginan Rumput Laut eucheuma cottonii Pada Berbagai Umur Panen, Konsentrasi Koh dan Lama Ekstraksi
>> AGED CARE IN SURABAYA
A Case Study Of Best Practices In Care For Old Aged
>> FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN ORANG LANJUT USIA (Studi Kasus di Kelurahan Jambangan)
>> PENDEKATAN AKUSTIK DALAM STUDI TINGKAH LAKU IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN DENGAN ALAT BANTU CAHAYA (THE ACOUSTIC APPROACH TO FISH BEHAVIOUR STUDY IN CAPTURE PROCESS WITH LIGHT ATTRACTION)
>> ANALISIS DIMENSI PENILAIAN PRESTASI KERJA KARYAWAN BANK SYARIAH MANDIRI DI WILAYAH JAWA TIMUR
>> PEMBERDAYAAN SEKTOR INFORMAL : STUDI TENTANG PENGELOLAAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENERIMAAN PAD DI KOTA MANADO
>> ANALISIS SIKAP IKLIM ORGANISASI, ETOS KERJA DAN DISIPLIN KERJA DALAM MENENTUKAN EFEKTIVITAS KINERJA ORGANISASI DI GARNISUN TETAP III SURABAYA
>> PENGARUH TINGKAT KECERDASAN EMOSI DAN SIKAP PADA BUDAYA ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CIIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PEGAWAI PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA III
>> PENGEMBANGAN MODEL PELAYANAN HAJI DEPARTEMEN AGAMA BERDASARKAN PRINSIP REINVENTING GOVERNMENT YANG BERORIENTASI PADA PELANGGAN DI KABUPATEN GRESIK
>> PENGARUH KEJELASAN PERAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP EFEKTIFITAS PELAKSANAAN TUGAS JABATAN KEPALA SUB BAGIAN DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR
  
 
 


DRadio 103.4 FM Online

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online