"DAMPAK KEBIJAKAN PENDIDIKAN TERHADAP AKSESIBILITAS MASYARAKAT DALAM MEMPEROLEH KESEMPATAN PEMERATAAN PENDIDIKAN TINGGI"
Tanggal: 13 Apr 2005
Laporan: Eko Ilham
 
Sumber Daya Manusia ( SDM ) Indonesia kini berada di posisi dibawah Negara Vietnam, nota bene dimana Vietnam adalah negara yang baru saja merdeka. Indikasi pemicu dari keterpurukan ini disebabkan oleh banyak factor, akan tetapi yang paling bertanggung jawab adalah bidang pendidikan, Perguruan Tinggi ( PT ). Sebab itu focus dari pada penelitian ini adalah masalah Evaluasi Kebijakan pendidikan, utamanya Kebijakan Biaya Masuk di Universitas, dengan studi perbandingan di Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang.



Oleh:
Eko Ilham
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
KEKHUSUSAN KEBIJAKAN PUBLIK
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2004

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha pengembangan sumber daya manusia ( SDM ), walaupun usaha pengembangan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal ( sekolah ). Tetapi sampai detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan sistematis, programatis, dan berjenjang. Dalam konteks inilah pendidikan terasa semakin dituntut peranannya, khususnya dalam Program Jangka Panjang ( PJP ) II untuk dapat menghasilkan manusia Indonesia berkualitas yang dapat memainkan peranannya sesuai dengan parameter yang tercantum dalam GBHN. Pendidikan nasional harus dilaksanakan secara merata, adil, relevan, berkualitas dan efisien ( Achmady, 1994 : 71 ).
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Manfaat Penelitian

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Perspektif Ekonomi Politik Pendidikan

Pada Pembangunan Jangka Panjang II ( PJP II ), peningkatan kualitas SDM mendapatkan perhatian yang sangat besar ( Djojonegoro, 1998 : 11 ). Seiring dengan itu, dalam GBHN 1993 telah digariskan seperti dibawah ini :
“Titik berat Pembangunan Jangka Panjang Kedua diletakkan pada bidang ekonomi, yang merupakan penggerak utama pembangunan, seiring dengan kualitas sumber daya manusia; dan didorong saling memperkuat, saling terkait dan terpadu dengan pembangunan bidang-bidang lainnya yang dilaksanakan seirama, selaras, dan serasi dengan keberhasilan pembangunan bidang ekonomi dalam rangka mancapai tujuan dan sasaran pembangunan nasional”
2.1. Perspektif Ekonomi Politik Pendidikan
2.2. Evaluasi Kebijakan Publik
2.3. Aksesibilitas Dalam Kebijakan Publik
2.4. Teori Public Choice Untuk Memahami Aksesibilitas Pendidikan
2.5. Perbandingan Kebijakan Pendidikan Dan Teori Contingency
2.6. Penelitian Terdahulu

BAB III. METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini membahas dan mengkaji tentang dampak kebijakan PT terhadap aksesibilitas masyarakat dalam memperoleh kesempatan pemerataan pendidikan tinggi. Bahasan dalam akses masyarakat dalam memperoleh kesempatan pemerataan pendidikan tinggi, haruslah diposisikan dan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah, dalam hal ini adalah PT. Maka dalam studi ini melakukan evaluasi kebijakan, khususnya evaluasi kebijakan PT tentang biaya penerimaan mahasiswa baru. Kebijakan PT yang diteliti dilihat dari segi formal bagaimana kebijakan itu diimplementasikan, dan pada dimensi abstrak atau yang tidak terungkap secara eksplisit ( hidden dimension ) dari sebuah kebijakan. Berangkat dari kedua sisi inilah diharapkan nantinya dapat mengungkap kejelasan hubungan masalah akses masyarakat dalam memperoleh kesempatan pemerataan pendidikan tinggi.
3.2. Situs dan Lokasi Penelitian
3.3. Fokus Penelitian
3.4. Sumber Data
3.5. Instrumen Penelitian
3.6. Teknik Pengumpulan Data
3.7. Analisis Data

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.l. Universitas Brawijaya ( Unibraw )
Saat ini Unibraw telah dipercaya oleh pemerintah mengelola l0 fakultas, sebuah politeknik dan program pascasarjana, untuk melaksanakan dengan baik program-program pendidikan tersebut. Cakupannya ada yang bersifat akademik serta ada yang profesional. Pada jenjang pendidikan akademik memiliki 40 program studi strata satu ( S 1 ), 17 program studi strata dua ( S 2 ), dan 5 program Doktor ( S 3 ). Untuk jenjang pendidikan profesional, terdiri 6 macam program dokter spesialis 1, 3 program diploma satu, 18 program diploma tiga, 8 program studi di politeknik, dan sebuah program diploma empat ( D 4 ).
4.l.1. Universitas Brawijaya
4.l.2. Universitas Negeri Malang
4.l.3. Universitas Muhammadiyah Malang
4.2. Kebijakan Makro Pemerintah di Bidang Pendidikan
4.3. Aksesibilitas Masyarakat Untuk Memperoleh PT
4.3.l. Kebijakan Biaya Masuk di Unibraw
4.3.2. Kebijakan Biaya Masuk di UM
4.3.3. Kebijakan Biaya Masuk di
4.4. Dampak Kebijakan Biaya Masuk PT
4.5. Pembahasan
4.5.1. Kebijakan Yang Berkeadilan Sosial
4.5.1.1. Kesalahan Paradigma dan Pendekatan
4.5.1.2. Beratnya Kondisi Sosek Masyarakat
4.5.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Biaya PT
Terhadap Aksesibilitas Dalam Masyarakat Untuk
Memperoleh Kesempatan Pemerataan PT
4.5.3. Hubungan Antara Tingkat Kemampuan Ekonomi
Masyarakat Dengan Kebijakan Biaya Masuk PT
4.5.4. Pilihan Antara Kebijakan Profit dan Non Profit
4.5.5. Kualitas Lulusan dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa
Untuk Peningkatan Kualitas SDM
4.5.5.1. Kualitas Lulusan
4.5.5.2. Pola Seleksi Penerimaan

BAB V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
5.1. Kesimpulan
1. Evalausi Kebijakan Publik tidak mungkin dapat melepaskan diri dari faktor politik ( Hawlith dan Rammes ) dari para pembuat kebijakan ( steakholders ), termasuk juga Evaluasi Kebijakan Pendidikan. Akan tetapi khususnya pada Evaluasi Kebijakan Biaya Masuk di PT yang menjadi obyek penelitian kali ini lebih bersifat administratif ( House dalam William Dunn ). Atau dalam bahasa se0hari-hari disebut pula sebagai aktivitas Evaluasi Kebijakan Publik yang bersifat teknis. Dalam Evaluasi Kebijakan Publik ( Pendidikan ), maka peran Pemerintah sangat penting sekali, oleh ( Rachbini dan Arifin ) dalam Teori Public Choice disebut sebagai Aktor, termasuk Kebijakan Biaya Masuk PT. Pemerintah sebenarnya yang memiliki andil besar dalam menentukan jumlah besar-kecilnya biaya masuk ke PT
5.2. Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA
 
 
   
 
>> ANALISIS TIPE STRATEGI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI KAWASAN SARBAGITA, BALI
>> ANALISIS PERMINTAAN ANAK PADA WANITA PASANGAN USIA MUDA DI KOTA MAKASSAR
>> KAJIAN TUMBUH KEMBANG KARKAS DAN KOMPONENNYA SERTA PENAMPILAN DOMBA SUNGEI PUTIH DAN LOKAL SUMATERA YANG MENGGUNAKAN PAKAN LIMBAH KELAPA SAWIT
>> IMPLEMENTASI MODEL BELAJAR KONSTRUKTIVIS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENGUBAH MISKONSEPSI DITINJAU DARI PENALARAN FORMAL SISWA
>> OPTIMASI UPAYA PENANGKAPAN UDANG DI PERAIRAN DELTA MAHAKAM DAN SEKITARNYA
>> "ANALISIS KOMPARASI TEKNOLOGI BUBU DASAR DALAM RANGKA PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN DI KLUNGKUNG BALI"
>> KAJIAN PERTUMBUHAN DAN DISTRIBUSI DAGING SERTA ESTIMASI PRODUKTIVITAS KARKAS SAPI HASIL PENGGEMUKAN
>> RESPONS RUMINAN TERHADAP PEMBERIAN HIJAUAN PAKAN YANG DIPUPUK AIR BELERANG
>> MODEL EKONOMI SUMBERDAYA PERIKANAN TANGKAP YANG BERKELANJUTAN DI PERAIRAN KABUPATEN MOROWALI
>> KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA, POLA PENGASUHAN, KONSUMSI ZAT GIZI & PERTUMBUHAN ANAK BADUTA KELUARGA NELAYAN DI KELURAHAN LABUHAN DELI KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MEDAN
>> Pengaruh Pendampingan Tutor Terhadap Motivasi Belajar Warga Belajar PKBM Taman Belajar Kecamatan Kenjeran Surabaya.
>> PENGARUH MEDIA CETAK BROSUR DALAM PROSES ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI BETERNAK AYAM BROILER DI KOTA KENDARI
>> PENGARUH WIRAUSAHA TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR INDIVIDU PADA DISTRIBUTOR MULTI LEVEL MARKETING " X " DI MALANG
>> PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF (JIGSAW)
>> Analisis Pola Konsumsi Keluarga di Kecamatan Tallo Kota Makassar
  
 
 


DRadio 103.4 FM Online

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online