Memberdayakan Mahasiswa Handal
Tanggal: 25 Feb 2005
Laporan: dwidjo/Harian Pelita
 
GEMPA bumi dan gelombang tsunami di Aceh mendatangkan simpati berbagai pihak, bukan saja korban yang berada di tanah rencong melainkan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di berbagai kota. Mereka juga membutuhkan dukungan pemberdayaan dan bantuan untuk menyelesaikan studi guna membangun kembali Aceh yang porak poranda.
Lembaga pendidikan tinggi, pemerintah daerah dan berbagai kalangan menjalin kerja sama untuk meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa asal Aceh. Universitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur bersama Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) berusaha membantu membiayai penyelesaian stusi mahasiswa dan program pascasarjana.
Universitas Brawijaya sebagaimana dikemukakan Pembantu Rektor II berusaha mencarikan biaya SPP selama setahun untuk setiap mahasiswa asal Aceh. Selain itu biaya hidup selama enam bulan juga menjadi tanggung jawab rektorat. Sedangkan biaya hidup selama enam bulan berikutnya menjadi tanggungan Yayasan Damandiri.
Bencana di NAD menimbulkan duka mendalam, selain kerugian harta benda juga kesempatan untuk belajar. Siswa sekolah dasar dan menengah di Bumi Serambi Makkah harus belajar dalam keadan darurat, di tenda-tenda pengungsian dan tempat seadanya.
Mahasiswa di rantau juga menghadapi banyak kendala, kesempatan belajar masih ada namun kelangsungan pendidikan terancam. Untuk itu mereka membutuhkan dukungan pemberdayaan agar proses belajar mengajar terus berlangsung meski membutuhkan kerja keras dan semangat kebersamaan.
Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) yang memiliki komitmen membangun manusia antara lain melalui pemberdayaan pendidikan bermaksud memberikan bantuan yang sama untuk membantu mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi di berbagai lembaga pendidikan tinggi.
Prof Dr H Haryono Suyono mengemukakan bantuan dapat diberikan dalam beberapa bentuk pembayaran SPP maupun biaya hidup. Bantuan diberikan untuk memberikan dukungan bagi penyelesaian studi agar mereka tidak menghadapi banyak hambatan dalam proses belajar mengajar.
"Para rektor yang berkumpul di Malang, kemudian pertemuan terbatas dengan Rektor Unair di Surabaya, dan rapat antar rektor Perguruan Tinggi Negeri se Jawa Timur di Jember telah menindak lanjuti uluran kerjasama Yayasan Damandiri untuk membantu mahasiswa yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam yang kebetulan menuntut pendidikan pada berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Timur," paparnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah juga memberikan bantuan yang penuh antusias. Wagub menyediakan waktu dan perhatiannya untuk membantu bekerja sama dengan berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Tengah menjamin kelangsungan kuliah dan penyelesaian kuliah mahasiswa asal NAD yang sedang menuntut pendidikannya di Jawa Tengah.
Kedua kejadian yang memberikan jaminan komitmen itu merupakan langkah awal partisipasi dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang selama ini ikut menampung dan memberikan dukungan pendidikan tinggi kepada anak-anak muda dan remaja yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Para mahasiswa tersebut sekaligus merupakan jaminan yang dapat mempererat persaudaraan antar anak bangsa yang menjamin tetap ditegakkannya Negara Kesatuan RI sebagai rumah bersama yang sejuk dan membakar semangat kebersamaan yang dinamik.
Haryono Suyono juga menjelaskan para rektor meberikan jaminan secara positif. Kalau Yayasan membantu memberi bantuan untuk biaya SPP, beberapa Perguruan Tinggi di Malang akan mencari sponsor untuk membantu biaya pondokan dan kebutuhan sehari-hari mahasiswa tersebut selama satu tahun, atau sesuai kebutuhan sampai yang bersangkutan selesai dan kembali mengabdi untuk membangun kembali Aceh dan daerah sekitarnya.
"Pancingan Yayasan Damandiri dengan bantuan SPP pasti akan menggugah banyak sekali sponsor yang bisa memperingan kebutuhan mahasiswa untuk bantuan pondokan dan kebutuhan sehari-hari selama mereka menempuh pendidikan tinggi di Jawa Timur," tegasnya.
Dalam hal memenuhi tenaga dosen dan tenaga-tenaga sarjana terampil lainnya di Nanggroe Aceh Darussalam pihaknya menjalin kerjasama untuk memberdayakan mereka. Universitas Syah Kuala menyiapkan dosennya dengan mengirim mereka mengikuti kuliah pada tingkat S2 atau S3, baik di lingkungan sendiri maupun pada universtias lainnya. Untuk mereka yang mengikuti kuliah di berbagai Perguruan Tinggi lainnya sudah akan tertolong dengan program yang disebutkan diatas.
Mahasiswa S2 dan S3 yang sedang di siapkan di NAD untuk menyelesaikan tugas akhirnya di berbagai Perguruan Tinggi di Jawa. Mereka diberikan bimbingan rangkap, dosen pembimbing aslinya yang selamat di NAD, dan kalau perlu ditambah pembimbing dosen lain dari Perguruan Tinggi yang mengangkatnya sebagai mahasiswa yang diadopsi di Jawa.
Dengan bimbingan yang ketat mereka harus bekerja keras di universitas pembimbingnya di Jawa dan menyelesaikan pembuatan Tesis atau Disertasinya dan kalau bisa mengikuti ujian dengan baik dan lulus, segera di pulangkan ke NAD untuk melanjutkan pengabdiannya sebagai dosen menggantikan dosen-dosen yang terkena musibah. Dengan dosen-dosen baru yang menyelesaikan pendidikannya dalam waktu singkat itu Perguruan Tinggi di NAD dapat berfungsi kembali secara penuh dalam waktu yang singkat pula. (djo)
 
 
   
 
>> Pemberdayaan Mahasiswa Aceh
>> Perbanyak Bidan Delima
>> Tingkatkan Derajat Kesehatan Ibu
>> Memberdayakan Masyarakat Sekitar Hutan
>> Mempertajam Pemberdayaan 2005
>> Perempuan Membangun Masa Depan
>> Rintisan yang Mulai Diikuti
>> Model Stella Untuk Kualitas SDM
>> Bagi Hasil Pulihkan Ekonomi Nasional
>> Pramuka Bangun Kharakter Bangsa
>> Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
>> Mengangkat Kepercayaan Diri Dengan Membudidayakan Anggrek
>> Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi Tak Akan Main-main Dalam Urusan Pengendalian
>> Kredit Pundi Dambaan Masyarakat Miskin
>> Kehadiran Damandiri Timbulkan Semangat Baru Di IBI Wonogiri
  
 
 




Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online