PENGEMBANGAN MANUSIA TIDAK DAPAT DITUKAR DENGAN PEMBANGUNAN LAIN.
Tanggal: 23 Feb 2005
Laporan: H Nur
 
Menjawab tantangan masa depan bangsa menghadapi Era Global adalah terujudnya keluarga berkualitas yang berarti derajat kesehatan masyarakat terpenuhi. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta “Menuju Indonesia Sehat Tahun 2010” bertekad menekan dan menurunkan Angka Kematian Maternal Perinatal, serta mengatur keberlangsungan kehidupan keluarga melalui Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Oleh karena itu, bidan sebagai tenaga kesehatan terdepan serta ujung tombak dalam pelayanan kebidanan kepada individu, kelompok dan masyarakat harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan secara profesional serta mampu bersaing di era pasar bebas baik secara nasional maupun internasional.
Gubernur DI.Yogyakarta dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asekda III Sudjatmo, pada Seminar memperingati Hari Ulang Tahun ke 53 Ikatan Bidan Indonesia, 24 Juni di Gedung Radyosuyoso Kepatihan Yogyakarta selanjutnya menegaskan bahwa tuntutan dan kebutuhan pelayanan berkualitas merupakan pintu masuk untuk penerapan sistim Legislasi dan Lisensi yang akan segera diterapkan bagi seluruh tenaga kesehatan di Indonesia. Bidan Indonesia Berkualitas itulah yang akan memberikan pelayanan pada masyarakat sesuai dengan kebutuhan dalam mengangkat derajat kesehatan keluarga dan kaum perempuan Indonesia. Dengan demikian harapan masyarakat memperoleh pelayanan berkualitas, aman, nyaman dan terjangkau dapat terpenuhi.
Tantangan Era Global ini tidak terkecuali bagi para Bidan Praktek Swasta. Disadari dalam peningkatan pelayanan berkualitas dan profesional para Bidan Praktek Swasta dijumpai banyak tantangan antara lain keterbatasan permodalan, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Gubernur berharap berbagai kendala yang dihadapi para bidan praktek swasta dapat dicarikan jalan keluar dalam seminar ini. Solusinya, tanyakan kepada Prof Haryono Suyono, Wakil Ketua I Yayasan Damandiri, pakar kependudukan yang selama ini dikenal sangat dekat dengan bidan, kata Asekda III Sudjatmo, disambut meriah segenap hadirin.
Prof Haryono Suyono yang asli Pacitan dan masa remaja dihabiskan di SMA Negeri IV Yogyakarta bahkan sempat 2 tahun mengenyam pendidikan di Fak.Kedokteran Univ.Gajah Mada yang kemudian hijrah ke Jakarta meniti kariernya, kembali hadir di Yogyakarta bukanlah sekedar kangen-kangenan. Mantan Menko Kesra dan Taskin yang juga mantan Menteri Negara Kependudukan dan Kepala BKKBN menyampaikan penghargaan kepada seluruh bidan di Hari Ulang Tahun ke 53 IBI. Karena jasa sekitar 70.000 bidan kota dan desa yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dari yang sebelumnya hanya berjumlah 8.000 bidan, keberhasilan Keluarga Berencana di Indonesia menjadi teladan bangsa-bangsa lain. “Kalau saja Capres dan Cawapres yang berkompetisi, dekat dan dipilih oleh seluruh bidan serta orang2 yang pernah dibantu bidan berikut anak-anaknya, pasti jadi presiden beneran”, gurau Pakar Komunikasi yang sempat ikut Konvensi Capres.
Prof Haryono yang kini aktif diberbagai kegiatan kemasyarakatan juga menegaskan bahwa memasuki era Global peran Bidan termasuk Bidan Desa tetap sangat diperlukan. Tentunya bidan yang semakin memiliki kemampuan paripurna. Bidan yang bukan saja mahir dalam membantu ibu melahirkan, tetapi juga bidan yang dapat membantu dalam memelihara bayi, membina anak sehat bahkan mampu mengajak keluarga Indonesia khususnya ibu-ibu agar tetap cantik dan bugar. Mungkin melalui senam kecantikan, senam kebugaran atau kegiatan bermanfaat lain. Bidan jaman modern akan lebih terbuka dan berani memasang papan nama, bahkan menuliskan jalur rujukan dokter atau rumah sakitnya secara jelas. Ini baru bidan modern, tambah Prof. Haryono.
Bidan jaman dulu bayi sungsangpun diurusin, akibatnya resiko tinggi. Sekarang langsung diserahkan kepada dokter, sehingga bayi dan ibunya selamat. Bidannya juga ikut selamat. Karena jaman sekarang kalau terjadi kesalahan bisa dibawa ke pengadilan karena dituduh malpraktek. Sudah penghasilannya sedikit masih harus ke pengadilan kan repot, guraunya..
Begawan KB yang dikenal rajin merayu dan membangun peran serta bidan dalam program KB dan kemudian membesarkannya, menyatakan keprihatinannya mendengar informasi dari IBI bahwa jumlah Bidan Desa dimasa KB menjadi primadona pembangunan mencapai jumlah 65.000, kini merosot hanya tinggal sekitar 20.000-22.000 dengan berbagai sebab seperti pindah kekota atau mencari pekerjaan lain karena tingkat kelahiran di pedesaan mulai rendah.
Untuk itu sebagai Wakil Ketua I Yayasan Damandiri yang selama ini memberikan perhatian penuh dalam pengentasan kemiskinan, mengajak para bidan, seluruh jajaran Pemda, Walikota, Bupati, Camat, Lurah maupun Kepala Desa, kalangan perbankan, swasta maupun pengusaha serta masyarakat peduli kesehatan dan pendidikan masyarakat, unt gan manusia harus menjadi prioritas yang utama. Komitmen bahwa pengembangan manusia adalah prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi atau ditukar dengan pembangunan lainnya. Karena manusia diciptakan Sang Pencipta mempunyai sega-galanya”, tegas pemerhati masalah kemasyarakatan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia ini.
Pada Seminar 53 tahun IBI yang dihadiri para bidan dari 6 Dati II (Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Yogyakarta dan Kota Madya Yogyakarta) erih payah dalam mengabdikan diri bagi kesejahteraan Bangsa melalui Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana telah menampakkan hasil membanggakan.
Peran aktif bidan dalam pelayanan sudah sangat dihargai oleh berbagai pihak. Penelitian menunjukkan bahwa 66% persalinan, 93% kunjungan Antenatal atau ( K I) 80%, serta pelayanan KB mencapai 53% prevalensi pemakaian kontrasepsi, dan 58% Bidan Praktik Swasta melayani KB. (Statistik Kesehatan 2001).
Di usia IBI ke 53 Ning Burham berharap profesi Bidan akan menjadi tambah dewasa dalam arti didalam melaksanakan pelayanan, akan semakin profesional dan bermutu serta terstandar internasional, sesuai dengan Visi dan Misi IBI untuk berdaya saing. HUT IBI tahun ini bersamaan dengan HUT Bidan Sedunia tanggal 5 Mei 2004 yaitu International Confederation of Midwives (ICM) dengan tema “Midwives a voice for healthy famillies” yaitu Suara Bidan untuk Keluarga Sehat.
Sistim Legislasi dan Lisensi yang akan segera diterapkan bagi seluruh Bidan Praktik Swasta di Indonesia dengan Program yang dinamakan Program Bidan Delima yang harus memiliki ketrampilan yang sesuai standar untuk semua jenis pelayanan kebidanan. Oleh karena itu Bidan Praktik Swasta perlu meningkatkan pelayanan dan pendidikan secara profesional terstandar internasional, demi mutu dan kualitas pelayanan.
Adapun rangkaian kegiatan HUT IBI Propinsi DI Yogyakarta diantaranya Seminar Profesi Bidan, kunjungan ke Sesepuh Bidan yang telah berperan aktif dalam profesi IBI, Pelayanan KIA, Immunisasi, Pelayanan KB, Pasar Murah, bertempat di Klinik IBI Buah Delima Peleman Yogyakarta, secara murah dan terjangkau untuk masyarakat, bantuan swadana dari Pengurus Daerah IBI DIJ. (Irwan/H.NUR).
 
 
   
 
>> Damandiri Kerja Sama dengan Unmer, IBI Jatim dan Bank Jatim
>> Bantuan Kredit Bergulir untuk Bidan Hingga Rp 5 Juta
>> Membangun Keluarga Sejahtera Bersama Bidan Desa
>> Bidan Desa Ujung Tombak Pelaksana Program KB Masa Kini
>> Damandiri Kembangkan Program Kredit Bidan Mandiri
>> Karanganyar Terus Berupaya Menuju Sejahtera
>> BPR Nusamba Kerja Sama Damandiri Bangun Jaringan Pelayanan KB
>> Damandiri Ingin Beri Makna Tinggi HDI dan Mutu SDM Keluarga Tak Mampu
>> Sosialisasi Program Kredit Bidan Mandiri
>> Kesiapan Bidan Menghadapi Era Global
>> Wonogiri Siap Sukseskan Progam Bidan Mandiri
>> BANK JATIM BERIKAN BEASISWA TOTAL RP 2,5 MILYAR
>> Program BBM Damandiri Bentuk Kepedulian Masyarakat
>> 100 Mahasiswa Universitas Merdeka Malang Dapat Bantuan SPP Damandiri
>> Yayasan Damandiri Sangat Membantu Keluarga Miskin
  
 
 


DRadio 103.4 FM Online

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@damandiri.or.id
Copyright © 2003 Damandiri.or.id
designed by Gemari Online
Streaming Radio DFM Jakarta

Gemari Online